Selasa, 17 Maret 2009

PERINGATAN MAULID NABI , BID'AH ? [Bagian ke I]

{Majalah Nahdlatul Ulama " AULA " Edisi no 03 tahun XXXI Maret 2009 dalam rubrik BAHTSUL MASAIL yang diasuh oleh KH Abdurrahman Navis Lc M.HI Wakil Katib Syuriah PWNU Jawa Timur halaman 78-81 menurunkan artikel dengan topik "Peringatan Maulid Nabi , Bid'ah ?.Berikut ini isi artikel tsb. Semoga bermanfat.Pen} DIZAMAN Rasulullah SAW dan Khulafaur rosyidin, perayaan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW belum dikenal. Sejarah peringatan maulid Nabi, terjadi pada abad ke 7 Hijriyah pada saat terjadinya perang salib. Menurut Imam Suyuthi, tercatat sebagai raja pertama yang memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW dengan perayaan yang meriah luar biasa adalah Raja Al Mudhoffar Abu Sa'id Kukburi ibn Zainuddin Ali ibn Baktakin (549-630 H). Tidak kurang dari 300.000 dinar beliau keluarkan dengan ikhlas untuk bersedekah pada hari peringatan Maulid ini, intinya menghimpun semangat juang dengan membacakan syi'ir dan karya sastra yang menceritakan kisah kelahiran Rasulullah SAW. Dengan berkah peringatan Maulid Nabi SAW maka bangkitlah semangat Islam melawan tentara salib dan akhirnya kaum muslimin menang melawan tentara salib dan bebaslah Baitul Maqdis dari cengkeraman penjajah, dibawah pimpinan Sultan Shalahuddin Al Ayyubi. Maka sejak itu ada tradisi memperingati hari kelahiran Nabi SAW. Tentang hukum merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW , apakah termasuk bid'ah ? Memang secara umum para Ulama salaf menganggap perbuatan ini termasuk bid'ah, karena tidak pernah diperintahkan oleh Rasulullah SAW dan tidak pernah dicontohkan oleh para Shahabat seperti perayaan tetapi termasuk bid'ah hasanah. Ada sebuah riwayat yang menerangkan , bahwa pada setiap hari Senin, Abu Lahab diringankan siksanya di neraka dibandingkan dengan hari-hari lainnya. Hal itu dikarenakan bahwa saat Rasulullah SAW lahir , dia sangat gembira menyambut kelahirannya sampai-sampai dia merasa perlu membebaskan (memerdekakan) budaknya yang bernama Tsuwaibah Al Aslamiyyah . Jika Abu Lahab yang non muslim dan Al Quran jelas mencelanya , diringankan siksanya lantaran ungkapan kegembiraan atas kelahiran Rasulullah SAW , maka bagaimana dengan orang yang beragama Islam yang gembira dengan kelahiran Rasulullah SAW .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar