Selasa, 17 Maret 2009

PERINGATAN MAULID NABI , BID'AH ? [ Bagian Ke II ]

Jika sebagian umat Islam ada yang berpendapat bahwa merayakan Maulid Nabi SAW adalah bid'ah yang sesat karena alasan tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah SAW sebagaimana sabda beliau : " إياكم ومحدثات الأمور فإن كل بدعة ضلالة " رواه أبو داود والترمذي وابن ماجه عن العرباض بن سارية ، قال الترمذي : هذا حديث حسن صحيح . Artinya: "HINDARILAH AMALAN YANG TIDAK KUCONTOHKAN (BID'AH) , KARENA SETIAP BID'AH MENYESATKAN" [HR.Abu Dawud II/393 , Tirmidzi IV/150 , Ibn Majah I/16 dari Al 'IRBAADL ibn SARIYAH] . Perlu diketahui bahwa secara semantik (lafdhi) kata KULLU dalam hadits tersebut tidak menunjukkan makna keseluruhan bid'ah (KULLIYAH) tetapi KULLU disini bermakna sebagian dari keseluruhan bid'ah (KULLI) saja. Jadi tidak seluruh bid'ah adalah sesat karena ada juga bid'ah hasanah , sebagaimana dikatakan oleh Imam Syafi'i : "SESUATU YANG DIADA-ADAKAN (DALAM AGAMA) ADA DUA MACAM ; SESUATU YANG DIADA-ADAKAN DALAM AGAMA BERTENTANGAN DENGAN QURAN , SUNNAH NABI SAW , PERILAKU SAHABAT ATAU KESEPAKATAN ULAMA MAKA TERMASUK BIDA'H YANG SESAT , ADAPUN SESUATU YANG DIADA-ADAKAN ADALAH SESUATU YANG BAIK DAN TIDAK MENYALAHI KETENTUAN TSB DIATAS MAKA SESUATU ITU TIDAK TERCELA" (Fathul Bari juz 17 hlmn 10) . Imam SUYUTHI mengatakan mengenai hukum perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW: "MENURUT SAYA ASAL PERAYAAN MAULID NABI SAW YAITU ORANG-ORANG BERKUMPUL MEMBACA Al QURAN DAN KISAH TELADAN NABI SAW SEJAK KELAHIRAN SAMPAI PERJALANAN HIDUP BELIAU , KEMUDIAN DIHIDANGKAN MAKANAN YANG DINIKMATI BERSAMA , SETELAH ITU MEREKA PULANG , HANYA ITU YANG DILAKUKAN TIDAK LEBIH , SEMUA ITU TERGOLONG BID'AH HASANAH , ORANG YANG MELAKUKAN DIBERI PAHALA KARENA MENGAGUNGKAN DERAJAT NABI MUHAMMAD SAW , MENAMPAKKAN SUKA CITA DAN KEGEMBIRAAN ATAS KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW YANG MULIA " (Al HAAWI LIL FATAAWAA Juz 1 hlmn 251-252) . Sayyid MUHAMMAD BIN 'ALAWI AL MALIKI dalam kitab MUKHTASHOR FISSIIROH ANNABAWIYYAH menjelaskan : "PERAYAAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW YANG DIISI DENGAN BERKUMPUL BERSAMA DAN MEMBACA SHOLAWAT SERTA MAU'IDHOH HASANAH ITU MUBAH DIKERJAKAN" {Disarikan dari: Majalah Nahdlatul Ulama " AULA " Edisi no 03 tahun XXXI Maret 2009 halaman 78-81 بتصرف يسير لا بأس به}Posted on tuesday , rabi3ul awwal 21th 1430h by abdullah afif kauman wiradesa pekalongan jawa tengah INDONESIA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar